Hari pendidikan nasional
Ceramah
T
Taufik Umar
26 April 2026
4 menit baca
0 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ الإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: "مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا مَعًا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ". قُلْتُ: وَقَالَ تَعَالَى: {يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ} [المجادلة: 11]. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz, asatidzah, para santri senior yang luar biasa sholeh dan sholehah, serta seluruh rekan-rekan santri/pelajar yang saya cintai karena Allah. Serta hadirin sekalian yang berbahagia.
Puji syukur alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini, di momen yang istimewa yaitu Hari Pendidikan Nasional, kita bisa berkumpul di majelis yang penuh barokah ini. Terima kasih banyak atas kesempatan untuk bisa berbagi sedikit ilmu, yang sebenarnya lebih banyak kurangnya. Sama seperti nilai ulangan matematika saya dulu, selalu ada aja yang kurang. Hehehe.
Nah, Saudara-saudaraku yang seiman, se-iman dan se-santri! Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Bicara soal pendidikan, apa sih yang terlintas di benak antum sekalian? Sekolah? Ujian? PR? Atau mungkin... biaya SPP yang kadang bikin dompet menangis bombay?
Tapi, mari kita coba lihat dari sudut pandang yang berbeda. Islam itu agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu. Bahkan, ayat pertama yang turun ke bumi ini adalah perintah membaca: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ} (Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq - Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan). Jadi, sejak awal, Allah sudah nyuruh kita buat *usrek-usrek* alias belajar.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah). Bayangkan, wajib! Bukan pilihan. Bukan opsional. Ini kayak WA dari emak minta ditemani belanja. Wajib hukumnya! Kalau nggak dituruti, siap-siap dapet kuliah tujuh keliling.
Allah pun berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat 11: {يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ}. Artinya: "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Ini janji Allah, bukan janji kampanye. Jadi, kalau mau naik derajat, jangan cuma naik gunung, tapi naikkan ilmu antum sekalian. Gimana caranya? Ya belajarlah yang rajin!
Kalian para santri dan pelajar, adalah aset bangsa dan umat. Ilmu yang antum pelajari di sini, bukan cuma buat nilai bagus di rapor atau lulus ujian. Tapi bekal dunia akhirat. Ilmu itu ibarat kunci. Tanpa kunci, pintu rezeki, pintu kebaikan, bahkan pintu surga pun bisa jadi sulit terbuka.
Pernah dengar cerita tentang Imam Syafi'i? Beliau luar biasa hafalannya. Konon, beliau bisa menghafal satu kitab hanya dengan satu kali baca. Wah, hebat banget ya? Tapi jangan dibayangkan beliau itu jenius dari lahir. Beliau juga belajar dari nol, rajin berguru, dan pantang menyerah. Beliau pernah berkata: "Aku tidak pernah makan sampai kenyang kecuali aku jadi lemah dan akalku berkurang. Aku telah kenyang dari makanan dua belas tahun." Artinya, beliau sangat fokus belajar, sampai urusan makan pun dikontrol demi ilmu. Luar biasa kan? Beda sama kita, kalau sudah lapar, yang kepikiran cuma martabak telor.
Maka dari itu, wahai generasi penerus bangsa! Jangan pernah malas belajar. Jadikanlah belajar itu sebagai hobi, bukan beban. Ibaratnya, kalau antum disuruh makan ice cream terus-terusan, pasti senang kan? Nah, begitu juga belajar. Cari apa yang bikin antum senang dari ilmu, lalu tekuni itu.
Ingatlah, para ulama kita terdahulu, para pendahulu kita, meraih kemuliaan bukan karena mereka punya HP canggih atau kuota internet unlimited. Tapi karena ketekunan mereka dalam menuntut ilmu, keikhlasan mereka, dan ridha orang tua serta guru.
Mari kita jadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momentum untuk membangkitkan semangat belajar kita. Jangan sampai kalah semangat sama bocah SD yang baru belajar baca. Mari kita jadi santri dan pelajar yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama. Ilmu yang didapat, jangan cuma disimpan di otak, tapi praktekkan dalam kehidupan. Sampaikan kebaikan, sebarkan ilmu, dan jadilah agen perubahan yang positif.
Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Marilah kita berdoa agar ilmu yang kita pelajari membawa keberkahan dunia akhirat.
Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada tutur kata yang kurang berkenan di hati, maklum, kapasitasnya terbatas, kaya sinyal di gunung.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.